SISTEM BAGI HASIL PADA KOPERASI SYARIAH

SISTEM BAGI HASIL PADA KOPERASI SYARIAH

Perekonomian Indonesia tumbuh dengan pesat dengan berbagai cara. Ada yang berkembang dengan cara yang santun dan ada juga yang tumbuh dengan cara yang licik. Berkembangnya perekenomian masyarakat sekarang ini, tidak terlepas banyaknya lembaga keuangan yang bermunculan, yang menawarkan berbagai jasa.Lembaga keuangan itu ada yang bank maupun lembaga keuangan non bank. Lembaga keuangan bank khususnya, telah banyak sekali mengalami perkembangan. Baik itu dari sisi produk atau jasa dari bank itu yang di tawarkan kepada masyarakat luas, ataupun dari sisi jendela usaha dari bank itu.

Dari segi produk atau jasa yang ditawarkan, sekarang banyak bank yang menawarkan berbagai kemudahan bagi nasabahnya, seperti kartu kredit, kartu debit dan lain-lain. Adapun dari segi jendela usaha, sekarang ini hampir semua perusahaan perbankan baik itu milik pemerintah ataupun swasta telah banyak membuka jendela lain yaitu unit perbankan syariah. Sama halnya dengan bank, koperasi juga memiliki peranan penting dalam mensejahterakan masyarakatnya.

Koperasi merupakan lembaga penyimpan dan penyalur dana juga namun tidak terlalu menonjol seperti bank yang lebih profit oriented, koperasi lebih menunjang kemakmuran anggotanya. Koperasi cenderung berkembang bila di daerahdaerah seperti pedesaan, keberadaan koperasi memicu masyarakat didaerah untuk menjadi anggotanya karena memiliki asas kekeluargaan yang menunjang masyarakat daerah lebih tertarik.Keberadaan koperasi hingga kini dirasa sangat membantu terlebih bagi kaum masyarakat yang tinggal di pedesaan, sedangkan di kota-kota besar keberadaan koperasi juga masih sangat membantu masyarakat hanya saja dijaman seperti ini bank jauh lebih menonjol dalam penawaran jasa dengan berbagai macam yang mampu menimbulkan profit lebih besar baik untuk bank itu sendiri atau untuk nasabahnya.
Perkembangan perbankan syariah yang sangat pesat tentunya juga akan berdampak pada perkembangan lembaga keuangan yang lainnya, seperti koperasi syariah yang semakin meluas, lembaga keuangn syariah yang didukung dengan gairah keagamaan di Indonesia yang mengalami tren kenaikan sehingga berdampak pada melonjaknya demand terhadap produk dal layanan yang bernuansa syariah.

Koperasi Syariah,Koperasi Jasa Keuangan Syariah adalah koperasi yang kegiatan usahanya bergerak di bidang pembiayaan, investasi dan simpanan sesuai pola bagi hasil (Syariah). Perbedaan Koperasi dan Koperasi Syariah:
koperasi
Koperasi syariah
pembiyaan
bunga
Bagi hasil
Aspek pengawasan
Pengawasan kinerja
Pengawasan kinerja pengawasan syariah
Penyaluran produk
Kredit barang/uang
Menjual tunai barang
Fungsi sebagagai lembaga zakat
Tidak ada
ada
Tata cara perhitungan sistem bagin hasil pada koperasi syariah:
1. Penetapan nisbah bagi hasil
2. Menghitung saldo rata-rata tabungan masing-masing nasabah.
3. Menghitung Total saldo rata-rata Simpanan biasa.
4. Menghitung pendapatan bagi hasil
Bagi hasil = keuntungan x % nisbah x saldo rata-rata tabungan nasabah
Total saldo rata-rata tabungan harian
Pembagian pendapatan atas pengelolaan dana yang diterima kopeasi syariah dibagi kepada para anggota yang memiliki jenis simpanan atau kepada pemilik modal yang telah memberikan kepada koperasi dalam bentuk Mudharabah dan Musyarakah.sedangkan pembagian yang bersifat tahunan maka distribusi tersebut termasuk kategori SHU dalam aturan koperasi.

Untuk pembagian bagi hasil kepada anggota yang memiliki jenis simpanan ataau pemberi pinjaman adalah didasarkan kepada hasil usaha yang riil yang diterima koperasi pada saat bulan berjalan.umumnya ditentukan berdasarkan nisbah yaitu rasio keuntungan antara koperaasi syariah dan anggota atau pemberi pinaman terhadap hasil riil usahannya.lain halnya dengan konvensional pendapatan dari jasa pijamann koperasi disebut jsa pinjaman(bunga)tanpa melihat hasil keuntungan riil melainkan dari saldo jenis simpanan.maka dengan demikian pendapatan bagi hasil dari koperasi syariah bisa niak turun sedangkan untuk konvensional bersifat stabil.apabila koperasi syariah menerima pinjaman khusus(restricted investment atau Mudharabaah Muqayyadah),maka pendapatan bagi hasil usaha tersebut hanya dibagikaan kepada pemberi pinjamann dan koperasi syariah.bagi koperasi pendapatan tersebut dianggap pendapatan jasa atas Mudharabah Muqqayyadah.

Begitu pula dengan pendapatan yang bersumber dari jasa-jasa seperti wakalah,hawalah,Kaafalah disebut Fee koperasi syariah dan pendapatan sewa(ijarah) diebut margin,sedangkan pendapatan hasil investasi ataupun kerjasama(Mudharaabah dan Musyarakah) disebut pendapatan bagi hasil. Dalam rangka untuk menjaga liquiditas,koperasi diperbolehkan menempatkan dananya kepada lembaga keuangan syariah diantaranya Bank Syariah,BPRS maupun koperasi syariah lainnya. Dalam penempatan dana tersebut umumnya mendapatkan bagi hasil juga.

Koperasi syariah dijalankan berpedoman pada hukum-hukum syariah,sehingga menjamin kemaslahatan dalam kegiatannya. Koperasi syariah harus dijalankan oleh oranng orang yang mengerti ekonomi syariah dan dapat menyampaikan ilmu-ilmunya kepada masyarakat sebagai anggota koperasi, sehingga masyarakat mengerti keunggulan bertransaksi di koperaasi syariah, dan memilih koperasi syariah dari pada di lembaga ekonomi yang bersistim kapitalis untuk melakukan kegiatan ekonomi. Ketika koperasi dijalankan sesuai jati dirinya ia akan tumbuh dan mencapai tujuannya, seperti jika kita analogikan ketika kita ingin memasak makanan yang kita sukai, kita perlu bumbu dan cara khusus untuk mendapatkan hasil yang sesuai selera, sesuai dengan apa yang kita inginkan, begitu pun koperasi. Untuk pembagian SHU tetap mengacu kepada peraturan koperasi yaitu disputuskan oleh rapat anggota.Pembagian SHU tersebut telah dikurangi dana cadangan yang dipergunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Post Disclaimer

The information contained in this post is for general information purposes only. The information is provided by SISTEM BAGI HASIL PADA KOPERASI SYARIAH and while we endeavour to keep the information up to date and correct, we make no representations or warranties of any kind, express or implied, about the completeness, accuracy, reliability, suitability or availability with respect to the website or the information, products, services, or related graphics contained on the post for any purpose. KSPPS Kaffah Trading Shar'i - Menuju Aceh Bebas Riba!

Baca Juga  Kamus Ekonomi Syariah Huruf -S –

Leave a Reply