5 RUKUN KEZHALIMAN PENGUASA

 Oleh : Muhammad Atim

 Kisah-kisah di dalam Al-Qur’an
bukanlah sebatas cerita. Tetapi mengandung petunjuk. Petunjuk bagi setiap
realita yang dihadapi oleh manusia. Semakin sering suatu kisah diceritakan,
menunjukkan kisah tersebut sering terjadi dalam realita. Di antara para nabi,
yang paling sering diceritakan adalah kisah Nabi Musa ‘alahissalam menghadapi
Fir’aun, apa maknanya?

Kisah Fir’aun adalah kisah kezhaliman
penguasa. Ini adalah petunjuk dan isyarat bahwa umat Islam akan banyak
berhadapan dengan penguasa-penguasa yang zhalim. Dan itu sudah terbukti dalam
sejarah hingga saat ini. Terutama saat muslimin berada dalam rentang masa yang
disebut dengan mulkan jabriyyah.

Kita harus banyak belajar kepada
Nabi Musa ‘alaihissalam bagaimana bersikap menghadapi kezhaliman penguasa.
Seperti halnya yang telah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam
saat menghadapi kezhaliman penguasa jahiliyyah, terutama Abu Jahal yang disebut
sebagai fir’aun di umat ini. Itu artinya, penguasa zhalim setipe fir’aun akan
selalu ada di setiap zaman, dan diperlukan orang seberani Musa dalam
menghadapinya.

Diam saat kezhaliman terjadi
bukanlah jalan para Nabi. Jalan para Nabi justru berjihad untuk menghentikan
kezhaliman tersebut. Menghentikan kezhaliman adalah suatu kewajiban,
sebagaimana menegakkan keadilan juga sebuah kewajiban. Hal ini sangat mudah dan
jelas dipahami dalam syariat Islam sesuai sabda Rasulullah saw :

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصُرْ أَخَاكَ
ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا
كَانَ مَظْلُومًا أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ قَالَ
تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنْ الظُّلْمِ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ

Dari Anas (bin Malik)
radhiallahu’anhu mengatakan, Rasulullah
bersabda, “‘Tolonglah saudaramu baik ia zalim atau dizalimi.” Ada
seorang laki-laki bertanya; ‘ya Rasulullah, saya maklum jika ia dizalimi, namun
bagaimana saya menolong padahal ia zalim? ‘ Nabi menjawab, “Engkau
mencegahnya atau menahannya dari kezaliman, itulah cara menolongnya.” (HR.
Bukhari no.6952).

Baca Juga  gubuk ilmu: Menjauhi Syirik tersembunyi

Mari kita pahami terlebih dahulu 5
rukun kezhaliman penguasa. Jika kita mentadaburi kisah Nabi Musa ‘alaihissalam
menghadapi Fir’aun, maka kita akan menemukan 5 rukun ini.

 1.    Penguasa yang zalim : FIR’AUN

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰ﴿١٥﴾ إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ
بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى ﴿١٦﴾ اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ
﴿١٧﴾ فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَىٰ أَنْ تَزَكَّىٰ ﴿١٨﴾ وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ
فَتَخْشَىٰ ﴿١٩﴾ فَأَرَاهُ الْآيَةَ الْكُبْرَىٰ ﴿٢٠﴾ فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ﴿٢١﴾
ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ ﴿٢٢﴾ فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ﴿٢٣﴾ فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ
الْأَعْلَىٰ ﴿٢٤﴾ فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الْآخِرَةِ وَالْأُولَىٰ ﴿٢٥﴾ إِنَّ
فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَىٰ ﴿٢٦﴾

“(15) Sudahkah sampai kepadamu
(Muhammad) kisah Musa? (16) Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci
yaitu Lembah Tuwa; (17) pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah
melampaui batas, (18) Maka katakanlah (kepada Fir‘aun), “Adakah keinginanmu
untuk membersihkan diri (dari kesesatan), (19) dan engkau akan kupimpin ke
jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?” (20) Lalu (Musa) memperlihatkan
kepadanya mukjizat yang besar. (21) Tetapi dia (Fir‘aun) mendustakan dan
mendurhakai. (22) Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). (23)
Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil
kaumnya). (24) (Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi. (25) Maka
Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia. (26) Sungguh,
pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada
Allah).” (QS. An-Nazi’at : 15-26).

2. Menteri yang munafik dan penjilat
penguasa : HAMAN

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ
لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ
فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي
لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ

Baca Juga  DEBAT "JUAL BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI"

 “Dan Fir’aun berkata :
“Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka
bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang
tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku
benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”.
(QS. Al-Qashash : 38).

3. Pengusaha dan pemilik harta yang
menggunakan hartanya untuk kezaliman penguasa : QORUN

إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ
ۖ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ
أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا
يُحِبُّ الْفَرِحِينَ

“Sesungguhnya Qorun adalah
termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah
menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh
berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya
berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.
(QS. Al-Qashash : 76).

4. Pemuka agama dan ahli ilmu
pencari dalil pembenaran atas kezhaliman penguasa : PARA PENYIHIR FIR’AUN
(sebelum bertaubat)

فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالُوا لِفِرْعَوْنَ أَئِنَّ
لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ (41) قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ
إِذًا لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ (42
)

 

” (41) Maka tatkala ahli-ahli
sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir’aun: “Apakah kami
sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang
menang?” (42) Fir’aun menjawab: “Ya, kalau demikian, sesungguhnya
kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)”.
(QS. Asy-Syu’aro : 41-42)

5. Awak media pendukung kezhaliman
penguasa : AL-HASYIRUN (PARA PENYEBAR BERITA) PENGIKUT FIR’AUN

قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَابْعَثْ فِي الْمَدَائِنِ
حَاشِرِينَ ﴿٣٦﴾ يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٍ ﴿٣٧﴾ فَجُمِعَ السَّحَرَةُ
لِمِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ ﴿٣٨﴾ وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنْتُمْ مُجْتَمِعُونَ
﴿٣٩﴾ لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ السَّحَرَةَ إِنْ كَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ ﴿٤٠﴾

Baca Juga  Ancaman Bagi Pelaku Riba

” (36) Mereka menjawab:
“Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri
orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir), (37) niscaya mereka akan
mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu”. (38) Lalu dikumpulkan
ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan di hari yang maklum, (39) dan
dikatakan kepada orang banyak: “Berkumpullah kamu sekalian. (40) semoga
kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang”
(QS. Asy-Syu’aro : 36-40).

Wallahu A’lam.

 

Post Disclaimer

The information contained in this post is for general information purposes only. The information is provided by 5 RUKUN KEZHALIMAN PENGUASA and while we endeavour to keep the information up to date and correct, we make no representations or warranties of any kind, express or implied, about the completeness, accuracy, reliability, suitability or availability with respect to the website or the information, products, services, or related graphics contained on the post for any purpose. KSPPS Kaffah Trading Shar'i - Menuju Aceh Bebas Riba!

error: Content is protected !!